Kesehatan dan Kebersihan

Beberapa Masalah Kebersihan Toilet Umum Wanita

Beberapa Masalah Kebersihan Toilet Umum Wanita
Posted by admin

Green Clean – Wanita yang biasanya sangat dekat dengan kebersihan memiliki beberapa masalah ketika harus memakai toilet umum. Toilet wanita terkadang kurang dijaga kebersihannya karena memang penggunaanya yang tidak sama dengan toilet pria terutama di tempat publik seperti di perkantoran dan pusat perbelanjaan. Semakin meningkatnya kebutuhan dan tuntutan sesama pemakai toilet wanita secara tidak langsung membuat para wanita harus membiasakan jaga kebersihan di dalam toilet. Tidak lain tidak bukan ini semua dilakukan untuk memberikan rasa nyaman terhadap pengguna yang lain.

Beberapa Masalah Kebersihan Toilet Umum Wanita

Berbagai macam masalah kebersihan toilet di tempat umum seperti lingkungan toilet yang kotor, basah dan berbau tak sedap sering menjadi faktor utama. Banyak keluhan yang dilontarkan di media sosial dan media publikasi lainnya. Melihat fakta di media sosial itu banyak orang tidak mau memakai fasilitas toilet di tempat umum pada akhirnya. Apalagi wanita yang mempunyai sifat paling perhatian dan kritis terhadap buruknya fasilitas kebersihan toilet umum. Berbagai macam masalahseperti tidak disediakannya tempat sampah untuk membuang pembalut di dalam bilik toilet. Kejadian ini membuat limbah pembalut wanita dipandang sebagai limbah toilet yang sama dengan limbah toilet yang lain, seperti limbah tisu toilet bekas pakai.

Membuang limbah pembalut sembarangan

Akan tetapi ada implikasi yang sangat besar di mana sebagian pemakai toilet wanita tidak mengetahui apabila mereka tidak membiasakan untuk membuang limbah pembalut dengan tepat di dalam bilik toilet. Padahal dengan membuang limbah pembalut sembarangan akan bisa membuat bermunculan masalah lain. Sebagai contoh membuang limbah pembalut ke dalam kloset bisa menimbulkan masalah aliran seperti tersumbatnya saluran pembuangan air kloset. Ini juga yang akan menyebabkan keluarnya biaya tambahan yang timbul dalam mengatasi masalah drainase.

Jika diteruskan kebiasaan seperti ini dapat menyebarkan infeksi dan risiko kontaminasi silang. Maka akan dilakukan penutupan toilet sementara untuk proses perbaikan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna. Toilet yang kotor akan bisa menciptakan bau tak sedap di dalam toilet dan inilah yang menjadi masalah yang paling klasik di dalam toilet. Nantinya akan bermunculan hama-hama seperti kecoa dan serangga terbang lainnya.

Cara mengatasinya

Sebaiknya buang limbah pembalut ke dalam tempat sampah khusus pembuangan pembalut yang dilengkapi dengan sensor anti sentuh. Dengan begitu akan mengurangi kontak langsung dengan bakteri. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan toilet dengan memakai hand sanitiser. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan setelah dengan dispenser sabun dan mengeringkan tangan dengan mesin pengering tangan atau tisu tangan toilet setelah memakai toilet.

Hingga sekarang sebagian besar pengelola gedung dan pengguna toilet wanita masih salah dalam menggunakan tempat sampah khusus pembuangan pembalut. Mereka juga menggunakannya untuk membuang sampah yang lain. Tempat sampah ini biasanya terbuat dari plastik, yang tidak dilengkapi dengan unsur sanitasi. Dengan begitu tidak hanya meningkatkan risiko kontaminasi silang dengan potensi penyebaran kuman dan bakteri, namun juga akan merugikan pengguna. Limbah yang dibiarkan berada dalam waktu yang lama di dalam tempat sampah tentu saja akan mengeluarkan bau busuk dan baunya sangat mengganggu pengguna toilet.

Ketika pengguna wanita sudah memulai untuk menerapkan kebiasaan menjaga kebersihab, maka harus didukung juga dengan fasilitas yang diperlukan di dalam toilet. Pengelola gedung dan fasilitas juga memiliki peran penting dalam mendukung budaya menjaga kebersihan toilet di tempat umum. Dari sudut pandang kesehatan dan keselamatan, dengan adanya fasilitas kebersihan yang memadai kamu juga dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi silang di antara pengguna wanita.

Leave A Comment