Ubah Hobi Jadi Amal, Orang-Orang Ini Patut Jadi Teladan

Posted on

Ekspresi seseorang akan berbinar ketika membicarakan hal-hal yang ia sukai. Misalnya tentang hobi. Ia pun akan betah melakukan hobi itu selama berjam-jam karena berkat hobi tersebut suasana hatinya jadi membaik. Lalu datang pemikiran untuk mengubah hobi tersebut menjadi sesuatu yang menghasilkan uang. Ini sudah jamak kita dengar kisahnya. Kemudian datang pemikiran untuk mengubah hobi tersebut jadi amal. Ini yang masih jarang kita dengar ceritanya.

Nah, meskipun jarang, bukan berarti tidak pernah ada. Mari bertemu mereka. Mereka adalah orang-orang menjadikan hobinya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi orang lain. Yuk, simak cerita singkat empat orang yang mengubah hobi jadi amal ini, Sahabat Trivia.

1. Chnoor Khezri

Photo credit: AFP News Agency

Chnoor Khezri menjalankan bisnis salon kecantikan di Region Kurdistan. Tiap dua bulan sekali, ia membawa peralatan riasnya ke camp pengungsian di dekat Mosul. Ia menawarkan jasanya pada para perempuan di pengungsian tersebut secara cuma-cuma. Ia sadar betul bahwa para pengungsi perempuan tersebut telah kehilangan banyak hal semenjak tempat tinggal mereka dikuasai oleh kelompok militan ISIS. Mereka tidak punya kesempatan untuk memanjakan diri mereka sendiri. Maka dari itu, Chnoor menggunakan keahlian yang juga jadi hobi dan pekerjaannya untuk membantu mereka dengan memberikan sejumlah perawatan kecantikan seperti potong rambut atau perawatan alis.

2. Chiya Khezri

Photo credit: AFP News Agency

Saat Chnoor Khezri memberikan sejumlah perawatan kecantikan pada pengungsi perempuan, Chiya Khezri berada di sisi lain camp. Ia juga sama-sama menawarkan jasanya, tetapi khusus bagi pengungsi laki-laki. Chiya adalah saudara laki-laki Chnoor. Sama seperti Chnoor, Chiya juga paham bahwa para pengungsi ini kehilangan banyak hal, termasuk kebebasan untuk keluar masuk perbatasan. Alhasil, para pengungsi laki-laki ini kesulitan untuk mencukur rambut dan jenggot mereka. Mereka sudah mendapatkan bantuan berupa makanan dan pakaian, tetapi jarang sekali bahkan tidak ada yang menerima bantuan berupa jasa perawatan tubuh. Maka dari itu Chiya bersama-sama Chnoor memutuskan untuk datang ke camp pengungsian untuk memberikan jasa tersebut secara gratis.

3. Park Yoochun

Photo credit: Soompi

Tahun 2012 silam, aktor kenamaan Korea Selatan ini turut dalam kampanye yang digalakkan oleh organisasi non-profit Save The Children. Ia belajar merajut topi agar bisa mengajari serta menggerakkan orang-orang untuk merajut. Hasil rajutan ini kemudian disalurkan pada bayi yang baru lahir di negara-negara Asia dan Afrika pada musim dingin. Semangat Yoochun ini kemudian menular pada para penggemarnya, baik dari kalangan perajut maupun bukan.

4. Ed Moseley

Photo credit: Bored Panda

Hampir sama seperti Yoochun, kakek 86 tahun ini juga meluangkan waktunya untuk belajar merajut topi. Ia memulai aktivitas merajut setelah mengetahui kabar adanya proyek amal untuk bayi yang lahir prematur. Ia belajar merajut dari anak perempuannya. Semangat kakek ini kemudian menginspirasi orang-orang yang lebih muda darinya untuk turut dalam proyek amal tersebut.

Nah, Sahabat Trivia, apakah semangatmu sudah cukup terbakar dengan sekelumit kisah empat orang ini? Mereka menunjukkan kepada kita bahwa bentuk kepedulian pada sesama itu bisa berupa skill yang kita miliki. Berbagai skill yang kamu punya bisa diubah menjadi amal bagi mereka yang membutuhkan.

Original Article Here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *